BiodataNama : Ana Amelia RizqiaTTL : Turen, 30 Agustus 1994Prodi : Pendidikan Fisika, Universitas Negeri MalangPenugasan SM3T : Simeulue, Aceh
Saya Ana Amelia Rizqia seorang guru SM-3T angakatan VI yang bertugas di Kabupaten Simeulue Provinsi Aceh. Kabupaten Simeulue ini banyak sekali memiliki tradisi yang menurut saya unik. Salah satunya adalah tradisi “lawatan”.
![]() |
| Acara penyambutan Lawatan |
Apa
yang terlintas dipikiranmu ketika mendengar istilah lawatan?
Lawatan
adalah suatu tradisi yang sudah mendarah daging di daerah ini, yang bisa
dikatakan tiada hari tanpa lawatan. Istilah lawatan di Simeulue merupakan
kegiatan berkunjung ke dari
dusun satu ke dusun lain, dari desa satu ke desa lainnya maupun
dari sekolah ke sekolah lain yang bertujuan
untuk bersilaturahmi dan mempererat tali
persaudaraan antar sesama warga Simeulue.
Pesertanya berasal dari berbagai kalangan tanpa terkecuali mulai dari balita hingga kalangan tua. Jadi tidak mengejutkan bila rata-rata warga di Simeulue semuanya saling mengenal dan sudah menganggap sebagai saudara sendiri.
![]() |
| Penari adat |
Acara
dalam lawatan diawali dengan penyambutan yang biasanya dilaksanakan pada siang hari,
di mana warga yang berkunjung biasanya disebut tamu disambut dengan “Pengalungan”, kemudian mereka diantar ke
tempat penyambutan dan disuguhkan tarian penyambutan khas Aceh yaitu
tarian Ranup Lam Puan yang berarti sirih dalam batil (mangkuk).
![]() |
| Acara makan bersama |
Setelah
acara penyambutan selesai para tamu diajak untuk makan bersama yang hidanganya
menurut saya “Wah”. Inaklan (ikan)
yang berukurukan besar, Lakhoak
(lobster) dan Lanai (kepiting)
merupakan suguhan yang wajib dan spesial. Suasana makan yang hangat menambah
nikmatya makan bersama di acara
penyambutan tersebut.
Pada
sore harinya diadakan acara tanding olahraga baik sepak bola maupun voli putra
dan putri antar tuan rumah dan tamu. Semua yang ikut dalam acara lawatan yang
ikut bermain atau tidak, sangat antusias dan senang dalam mengikuti acara yang
dibuat. Para pemain bola voli sangat bersemangat untuk mendapatkan poin demi
poin begitu juga dengan para penonton, mereka tak henti-hentinya berteriak
untuk memberi semangat walupun pemainnya kalah sekalipun.
Setelah kegiatan tanding selesai pada malam harinya para tamu diberikan jamuan yang tak kalah “Wahnya” dengan hidangan makan siang. Semua jenis ikan dihidangkan tak lupa lobster yang berukuran besar-besar atau dalam bahasa Sigulainya “eba-eba” pun turut dihidangkan dalam acara makan malam.
Setelah kegiatan tanding selesai pada malam harinya para tamu diberikan jamuan yang tak kalah “Wahnya” dengan hidangan makan siang. Semua jenis ikan dihidangkan tak lupa lobster yang berukuran besar-besar atau dalam bahasa Sigulainya “eba-eba” pun turut dihidangkan dalam acara makan malam.
Candaan menambah nikmatnya makan malam yang luar biasa. Kegiatan puncak dalam acara lawatan yaitu berkeyboard, semua peserta lawatan baik tua muda, laki-laki maupun perempuan menyumbangkan lagu dan bergoyang bersama. Hal inilah yang menyebabkan tak ada perbedaan tahta dan kasta.
![]() |
| Dekorasi tempat acara Lawatan |
Semuanya
sama yaitu orang Simeulue. Acara
ini biasanya berahir sampai pukul 01.00 WIB dan pada pagi harinya dilakukan
acara perpisahan sekaligus pemberian cindera mata dan tulisan sekapur sirih yang
menandai bahwa acara lawatan selesai.
Dari sedikit kisah di atas kita dapat mengambil
pembelajaran bahwa tak perlu acara yang mahal, namun dengan acara yang
sederhana kita dapat memperat tali persaudaraan antar sesama warga.
Penulis : Ana Amelia Rizqia
Penulis : Ana Amelia Rizqia





No comments:
Post a Comment